logo
BRIEFING RUTIN PAGI, KAMIS 15 APRIL 2021 Kamis, 15 April 2021 bertempat di Ruang Tunggu Pengadilan Negeri Ende, YM Bpk. Herbert Harefa, S.H.,M.H selaku Ketua Pengadilan Negeri Ende memberikan arahan kepada para petugas PTSP, CPNS dan tenaga honorer di lingkungan Pengadilan… Baca Selengkapnya
BERITA PELAKSANAAN EKSEKUSI PENGADILAN NEGERI ENDE Selama bulan April 2021, Pengadilan Negeri Ende telah melaksanakan eksekusi sebanyak 3 kali, masing-masing perkara dengan No.6/Pdt.G/2017/PNEnd (tanggal putusan 6 Desember 2017), No.11/Pdt.G/2016/PNEnd… Baca Selengkapnya
BRIEFING PAGI OLEH KETUA PENGADILAN NEGERI ENDE Pada hari Rabu, tanggal 14 April 2021 bertempat di lobi ruang PTSP Pengadilan Negeri Ende, YM Bpk. Herbert Harefa, S.H.,M.H selaku Ketua Pengadilan Negeri Ende dengan didampingi oleh Panitera Muda Perdata melakukan briefing pagi… Baca Selengkapnya
RAPAT KESEKRETARIATAN PERIODE APRIL 2021 Pada hari Selasa, tanggal 13 April 2021 bertempat di Ruang Ketua Pengadilan Negeri Ende, diadakan Rapat Kesekretariatan yang dipimpin oleh YM Bapak Herbert Harefa, S.H.,M.H selaku Ketua Pengadilan Negeri Ende. Rapat dihadiri oleh… Baca Selengkapnya
RAPAT TINJAUAN MANAJEMEN (RTM) Pengadilan Negeri Ende Pada hari Senin, tanggal 12 April 2021 bertempat di Ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri Ende Kelas II dilaksanakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) yang dipimpin oleh YM Bpk. Herbert Harefa, S.H.,M.H… Baca Selengkapnya
APEL PAGI SENIN, 12 APRIL 2021 ?Pengadilan Negeri Ende melaksanakan apel pagi… Baca Selengkapnya
PENGUMUMAN PENUNDAAN SIDANG Diberitahukan kepada seluruh pihak yang bersidang pada Pengadilan Negeri Ende, berdasarkan Surat Ketua Pengadilan Tinggi Kupang Nomor: W26-U/619/KP.1.1/4/2021 tertanggal 1 April 2021, Pengadilan Tinggi Kupang dan Pengadilan Negeri… Baca Selengkapnya

Website ini mendukung fitur "text to speech". Silahkan seleksi text untuk mendengarkan audio

SAY NO TO GRATIFIKASI!

STOP GRATIFIKASI


Kenali, Pahami Waspadai …!

Gratifikasi merupakan bentuk KORUPSI

Hindari Gratifikasi

Dilarang menerima dan memberikan hadiah berupa uang, makanan, maupun barang dalam bentuk apapun

Gratifikasi dapat mengakibatkan terjerat kasus korupsi, gangguan ketentraman hati dan jatuhnya harga diri ..!

 

GRATIFIKASI

Gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. Gratifikasi tersebut baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik. (Penjelasan Pasal 12B UU No. 20 Tahun 2001)

PENGECUALIAN

Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12B ayat (1) tidak berlaku, jika penerima melaporkan gratifikasi yang diterimanya kepada Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi 30 hari sejak menerima gratifikas (Pasal 12 C ayat (1)&(2) Undang-Undang No. 20 Tahun 2001)

 

UNSUR-UNSUR GRATIFIKASI

  1. Gratifikasi diperoleh dari pihak yang memiliki hubungan jabatan dengan penerima.

Makna dari unsur “berhubungan dengan jabatan” tersebut ditafsirkan oleh Arrest Hoge Raad (Putusan Mahkamah Agung Belanda) tanggal 26 Juni 1916 sebagai berikut:

  1. Tidaklah perlu pegawai negeri/penyelenggara negaraberwenang melakukan hal-hal yang dikehendaki atau diminta oleh pihak pemberi akan tetapi,cukup bahwa jabatannya memungkinkan untuk berbuat sesuai kehendak pemberi;
  2. “Berhubungan dengan jabatan” tidak perlu berdasarkan undang-undang atau ketentuan administrasi, tetapi cukup jabatan tersebut memungkinkan baginya untuk melakukan apa yang dikehendaki pemberi.

 

  1. Penerimaan gratifikasi tersebut bertentangan dengan kewajiban atau tugas penerima.
  1. Penerimaan gratifikasi dilarang oleh hukum yang berlaku. Hal ini tidak dibatasi aturan hukum tertulis semata, namun juga menyentuh aspek kepatutan dan kewajaran yang hidup dalam masyarakat.
  2. Unsur ini tidak menghendaki berbuat/tidak berbuatnya pegawai negeri/penyelenggara negarasebelum ataupun sebagai akibat dari pemberian gratifikasi.
  3. Penerimaan yang memiliki konflik kepentingan.
  1. Gratifikasi yang diterima tersebut tidak dilaporkan pada KPK dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal gratifikasi diterima.

Pelaporan gratifikasi dianggap telah dilakukan oleh penerima gratifikasi jika memenuhi syarat di bawah ini:

  1. Laporan gratifikasi disampaikan pada KPK atau saluran lain yang ditunjuk KPK, seperti Unit Pengendali Gratifikasi padaKementerian/Lembaga/Organisasi Lainnya/Pemerintah Daerah (K/L/O/P) yang telah mengimplementasikan Sistem Pengendalian Gratifikasi;
  2. Laporan gratifikasi harus berisi informasi lengkap yang dituangkan dalam Formulir Laporan Gratifikasi yang ditetapkan oleh KPK;
  3. Telah dinyatakan lengkap dan diterima oleh KPK.

SANKSI

Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat)tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp200.000.000,00(dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah);

 

PENERAPAN DI LINGKUNGAN PERADILAN

Program anti gratifikasi juga dicanangkan oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia melalui Reformasi Birokrasi yang harus diikuti pula oleh Badan-badan Peradilan di bawahnya. Hal ini sebagaimana terdapat dalam Road Map Reformasi Birokrasi Mahkamah Agung RI Tahun 2015-2019, dalam bidang Penguatan Pengawasan, salah satu hal yang telah dicapai, di antaranya yaitu adanya kebijakan dalam penanganan gratifikasi dan public campaign anti gratifikasi yang dilakukan secara berkala. Dalam Road Map tersebut, dinyatakan bahwa kebijakan dalam penanganan gratifikasi, di antaranya termuat dalam:

  1. SK Ketua Mahkamah Agung RI Nomor: 138A/KMA/SK/VIII/2014 tentang Pembentukan Unit Pengendali Gratifikasi Lingkungan Mahkamah Agung dan Badan Peradilan dibawahnya.
  2. Peraturan Sekma Nomor: 3 Tahun 2014 tentang Penanganan Gratifikasi di Lingkungan Mahkamah Agung dan Badan Peradilan dibawahnya.
  3.  Peraturan Sekma Nomor: 01B Tahun 2014 tentang Unit Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan Mahkamah Agung RI.

Sebagai bentuk pencegahan atas dilakukannya penerimaan gratifikasi, Pengadilan Negeri Ende telah menyelenggarakan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.





Berita Lainnya

Pengumuman

Agenda Pengadilan