logo
INDEKS PERSEPSI KORUPSI PENGADILAN NEGERI ENDE Baca Selengkapnya
INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT PENGADILAN NEGERI ENDE Baca Selengkapnya
LAYANAN POSBAKUM Baca Selengkapnya
UPACARA BENDERA MEMPERINGATI HARI PAHLAWAN KE-75 10 NOVEMBER 2020 Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ke-75, seluruh pimpinan dan pegawai di lingkungan Pengadilan Negeri Ende mengikuti upacara bendera yang dilaksanakan di halaman kantor Pengadilan Negeri Ende.Upacara dipimpin oleh… Baca Selengkapnya
TILANG PERIODE 5 NOVEMBER 2020 TILANG PERIODE 5 NOVEMBER 2020 Baca Selengkapnya
LRA BULAN JULI J2020 LRA BULAN JULI 2020LRA BULAN JULI 2020 Baca Selengkapnya
LRA BULAN AGUSTUS LRA BULAN AGUSTUSLRA BULAN AGUSTUS Baca Selengkapnya

Website ini mendukung fitur "text to speech". Silahkan seleksi text untuk mendengarkan audio

Prosedur Bantuan Hukum

Prosedur Bantuan Humum

Berdasarkan Undang-Undang No. 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum, Pasal 1 (1) dinyatakan bahwa Bantuan Hukum adalah jasa hukum yang diberikan oleh Pemberi Bantuan Hukum secara cuma-cuma kepada Penerima Bantuan Hukum. Penerima Bantuan Hukum adalah orang atau kelompok orang miskin yang tidak dapat memenuhi hak dasar secara layak dan mandiri yang menghadapi masalah hukum. Sedangkan dalam SEMA No. 10 Tahun 2010 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Hukum, Pasal 27 dinyatakan bahwa yang berhak mendapatkan jasa dari Pos Bantuan Hukum adalah orang yang tidak mampu membayar jasa advokat terutama perempuan dan anak-anak serta penyandang disabilitas, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Bantuan hukum tersebut meliputi menjalankan kuasa, mendampingi, mewakili, membela, dan/atau melakukan tindakan hukum lain untuk kepentingan hukum Penerima Bantuan Hukum, yang bertujuan untuk :


Menjamin dan memenuhi hak bagi Penerima Bantuan Hukum untuk mendapatkan akses keadilan.

Mewujudkan hak konstitusional semuaa warga Negara sesuai dengan prinsip persamaan kedudukan didalam hukum.

Menjamin kepastian penyelenggaraan Bantuan Hukum dilaksanakan secara merata di seluruh wilayah Negara Indonesia.

Mewujudkan peradilan yang efektif, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pasal 25 SEMA No 10 Tahun 2010 menyatakan bahwa jasa Bantuan Hukum yang dapat diberikan oleh Pos Bantuan Hukum berupa pemberian informasi, konsultasi, dan nasihat serta penyediaan Advokat pendamping secara cuma-cuma untuk membela kepentingan Tersangka/Terdakwa dalam hal Terdakwa tidak mampu membiayai sendiri penasihat hukumnya.


Hak dan Kewajiban Penerima Bantuan Hukum


Penerima Bantuan Hukum berhak :


Mendapatkan Bantuan Hukum hingga masalah hukumnya selesai dan/atau perkaranya telah mempunyai kekuatan hukum tetap, selama Penerima Bantuan Hukum yang bersangkutan tidak mencabut surat kuasa.

Mendapatkan Bantuan Hukum sesuai dengan Standar Bantuan hukum dan/atau Kode Etik Advokat.

Mendapatkan informasi dan dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan pemberian Bantuan Hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Penerima Bantuan Hukum wajib :


Menyampaikan bukti, informasi, dan/atau keterangan perkara secara benar kepada Pemberi Bantuan Hukum.

Membantu kelancaran pemberian Bantuan Hukum


Berita Lainnya

Pengumuman

Agenda Pengadilan